![]() |
| Ilustrasi, konsultankarir.com |
Kala daun berguguran kelam
Kala langit menghadirkan rinai
Kala senja berganti malam
Kala kita diharuskan usai
Pada waktu yang tak henti berotasi
Menggemakan ironi tanpa henti
Laksana bait dalam puisi
Tak ubahnya menjelma ilusi
Atas segala kalut
Ku ucapkan selamat jalan
S'bagai isyarat jiwa yang tak (lagi) tertaut
Dalam ruang sirna persinggahan
Ku langkahkan kaki ini
Menutup lembar yang bukan sepintas
Meyakini logika dan hati
Perihal: melepasmu, aku ikhlas
Penulis : Hilmi Aulia

2 Post a Comment