![]() |
| pixabay/ |
“Cintaku Jauh di Pulau”
Chairil Anwar adalah penyair yang karya selalu menjadi inspirasi bagi
para generasi yang mencintai karya sastra, sehingga namanya kekal abadi dalam
puisi Indonesia.
Hingga akhir hayatnya, ia
menulis selalu berkarya, ada beberapa puisi cinta seperti “Cintaku Jauh di
Pulau” dan “Sajak Putih”. Pada postingan ini Admin menyuguhkan salah satu
karyanya; yang berjudul “Cintaku Jauh di Pulau”
“Cintaku Jauh di Pulau”
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang
iseng sendiri
Perahu melancar, bulan
memancar
Di leher
kukalungkan ole-ole buat si pacar
Angin membantu, laut
terang, tapi terasa
Aku tidak ‘kan sampai
padanya
Di air yang tenang, di
angin mendayu
Di perasaan penghabisan
segala melaju
Ajal bertakhta, sambil
berkata:
“Tujukan perahu ke
pangkuanku saja,”
Amboi! Jalan sudah
bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan
merapuh!
Mengapa ajal memanggil
dulu
Sebelum sempat berpeluk
dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau
Kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri
Karya, Chairil Anwar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar