Itulah saat yang memisahkan aroma
kehidupan dari kesadarannya.
Itulah percikan api pertama yang
menyalakan wilayah-wilayah jiwa.
Itulah nada magis pertama yang
dipetik dari dawai-dawai perak hati manusia.
Itulah saat sekilas yang menyampaikan
pada telinga jiwa tentang risalah hari-hari
yang telah berlalu dan mengungkapkan
karya kesadaran yang dilakukan
malam, menjadikan mata jernih melihat
kenikmatan di dunia dan menjadikan
misteri-misteri keabadian di dunia
ini hadir.
Itulah benih yang ditaburan oleh
Ishtar, dewi cinta, dari suatu tempat yang tinggi.
Mata mereka menaburkan benih di dalam
ladang hati, perasaan
memeliharanya, dan jiwa membawanya
kepada buah-buahan.
Pandangan pertama kekasih adalah
seperti roh yang bergerak di permukaan
air mengalir menuju syurga dan bumi.
Pandangan pertama dari sahabat
kehidupan menggemakan kata-kata
Tuhan, Jadilah, maka terjadilah ia
---Kahlil Gibran---

0 Post a Comment